Empat Nasabah Century yang "Mencurigakan" di Jakarta
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Jumat, 12 Februari 2010 09:38 WIB
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.
TERKAIT:
Didebat, Pemeriksaan Aliran Dana di Bali Digelar Tertutup
Pansus Rekonstruksi Pengambilan Keputusan "Bailout"
Lima Anggota Pansus Century Datangi BI Denpasar
Mulai Investigasi, Pansus Rekonstruksi Rapat BI
Di Bali, Paling Banyak Nasabah Century "Mencurigakan"
VIDEO: APA KATA JK: Soal Pemanggilan Daeng dan Kasus Century
VIDEO: Akankah Century Berujung Pemakzulan Presiden?
JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menggelar rekonstruksi di Bank Indonesia dan ruang rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Departemen Keuangan, Tim Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Centuri DPR RI yang bertugas di Jakarta juga akan mengunjungi sejumlah lokasi nasabah Bank Century, Jumat (12/2/2010).
Info penarikan uang tidak ada semua. Alamatnya ada, tak ada orangnya. Duitnya keluar tapi orangnya enggak ada.
Mereka ini adalah para nasabah yang yang telah mencairkan uang sedikitnya Rp 1 miliar sejak September 2008. Empat nasabah yang akan dikunjungi Pansus adalah:
1. Lie Anna Puspasa, tinggal di daerah Ciputat, Jakarta Selatan. Lie yang tercatat berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini mencairkan uangnya sebesar Rp 2,4 miliar pada tanggal 27 April 2009. Menurut keterangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nama dan alamat tersebut tidak ditemukan bahkan ketika sudah dikonfirmasi kepada Ketua RT setempat, Kusno.
2. M. Linus, tinggal di daerah Pisangan, Ciputat, Jakarta Selatan. Linus yang tercatat berprofesi swasta menarik dananya sekitar Rp 1,3 miliar pada tanggal 19 September 2008. Menurut keterangan BPK, nama tersebut tidak dikenal.
3. M. Nizar, tinggal di Rempoa, Ciputat. Nasabah pria yang tercatat berprofesi swasta ini mencairkan uangnya sebesar Rp 1,4 miliar pada tanggal 15 September 2008. Menurut keterangann BPK, nama tersebut juga tidak dikenal.
4. Kasena Pandi, tinggal di daerah Bintaro, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan. Ia Mencairkan uangnya sebesar Rp 2 miliar pada tanggal 15 Desember 2008. Menurut penelusuran BPK, rumah yang bersangkutan benar milik Kasena namun sudah kosong sejak tiga bulan lalu.
Ketua Pansus Idrus Marham sendiri mengatakan cukup bingung melacaknya. Pasalnya, hampir keempatnya sama sekali tidak dikenal. "Info penarikan uang tidak ada semua. Alamatnya ada, tak ada orangnya. Duitnya keluar tapi orangnya enggak ada," tuturnya di sela perjalanan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar